Aspirasi Kesultanan Gowa Diterima DPRD, Jenderal Lapangan Apresiasi Pengamanan Polresta Gowa

Aspirasi Kesultanan Gowa Diterima DPRD, Jenderal Lapangan Apresiasi Pengamanan Polresta Gowa
Jenderal Lapangan Kesultanan Gowa, Wawan Nur Rewa saat orasi di Depan DPRD Gowa

Panglimanews.com-  Aksi unjuk rasa masyarakat adat bersama pasukan Kesultanan Gowa di depan Gedung DPRD Kabupaten Gowa berlangsung aman dan kondusif.

Massa menyampaikan tuntutan agar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2016 tentang Lembaga Adat Daerah (LAD) dicabut. Dalam aksi tersebut, DPRD Kabupaten Gowa menerima penyampaian aspirasi masyarakat adat.

Bacaan Lainnya

Usai penyampaian aspirasi, Jenderal Lapangan Kesultanan Gowa, Wawan Nur Rewa, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Gowa yang dinilai berhasil mengawal jalannya aksi secara profesional dan humanis.

Menurut Wawan, pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian memungkinkan seluruh rangkaian aksi berlangsung tertib sehingga masyarakat adat dapat menyampaikan tuntutannya tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Kapolresta Gowa beserta seluruh jajaran yang telah memberikan pengamanan secara profesional selama aksi berlangsung. Berkat pengamanan yang baik, masyarakat adat Kesultanan Gowa dapat menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan damai hingga diterima oleh DPRD Kabupaten Gowa,” ujar Wawan. rabu (5/8/2026)

Ia menegaskan perjuangan masyarakat adat Kesultanan Gowa akan terus ditempuh melalui jalur konstitusional dan mekanisme demokrasi.

Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak warga negara yang harus dijamin, sementara aparat keamanan memiliki peran penting dalam memastikan hak tersebut dapat dijalankan secara aman.

Wawan menilai diterimanya aspirasi oleh DPRD menjadi langkah awal bagi perjuangan masyarakat adat untuk mendorong evaluasi terhadap Perda Nomor 5 Tahun 2016.

Ia berharap DPRD menindaklanjuti tuntutan tersebut melalui mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Kami berharap komitmen DPRD tidak berhenti pada penerimaan aspirasi semata, tetapi diwujudkan dalam langkah-langkah konkret sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Aspirasi ini lahir dari keinginan masyarakat adat agar sejarah, eksistensi, dan kehormatan Kesultanan Gowa mendapat penghormatan serta kepastian hukum,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Wawan mengajak seluruh masyarakat adat, pasukan Kesultanan Gowa, Tubarania, mahasiswa, dan elemen pendukung lainnya untuk tetap menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban selama mengawal proses perjuangan.

Aksi unjuk rasa tersebut berakhir tanpa insiden. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib di bawah pengamanan aparat kepolisian dan pengawasan DPRD Kabupaten Gowa.

Editor : Darwis

Pos terkait