Panglimanews.com– Kondisi armada operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gowa menjadi perhatian publik.
Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran dilaporkan tidak seluruhnya dalam kondisi optimal untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu unit armada yang ditempatkan di Pos Damkar Malino disebut mengalami kerusakan pada bagian ban sehingga dinilai tidak layak dioperasikan.
Sementara itu, lima unit lainnya berada di Markas Komando (Mako) Damkar Gowa.
Dari jumlah tersebut, hanya satu unit yang dilaporkan masih siap digunakan, sedangkan empat unit lainnya disebut tidak beroperasi karena mengalami kerusakan dan masih dalam proses perbaikan maupun pemeliharaan.
Sumber internal yang enggan disebutkan namanya menyebut kondisi tersebut telah berlangsung sekitar empat bulan tanpa penanganan maksimal.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada kecepatan respons petugas dalam menangani kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Pengembangan Teknik dan Perbekalan Dinas Damkar Gowa membenarkan bahwa pihaknya memiliki enam unit armada operasional.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah kendaraan memang tidak dalam kondisi maksimal karena faktor usia kendaraan.
“Benar, Damkar Gowa memiliki enam unit. Saat ini ada beberapa kendaraan yang belum siap pakai karena faktor usia sehingga tidak lagi maksimal,” ujarnya. Minggu (28/6/2026)
Ia menambahkan, hanya satu unit yang saat ini benar-benar siap digunakan, sementara unit lainnya masih dalam proses perbaikan secara bertahap.
“Yang siap operasional satu unit, sementara yang lain masih dalam tahap pengerjaan karena kondisinya tidak maksimal,” lanjutnya.
Pihaknya juga menyebutkan bahwa keterbatasan perawatan dipengaruhi perubahan kerja sama bengkel rekanan yang sebelumnya menangani perbaikan kendaraan.
Selain itu, keterbatasan anggaran dan mekanisme pemeliharaan yang berjalan bertahap turut memengaruhi proses perbaikan armada.
Meski demikian, pihak Damkar Gowa menegaskan bahwa upaya pemeliharaan tetap dilakukan, dan kendaraan yang masih memungkinkan tetap dioperasikan secara terbatas sesuai kondisi di lapangan.






