Aroma Permainan Elite Menguat, Aklamasi HIPMI PT UMI Dipertanyakan Kader

Aroma Permainan Elite Menguat, Aklamasi HIPMI PT UMI Dipertanyakan Kader
Kontestasi pemilihan Ketua Umum HIPMI Perguruan Tinggi Universitas Muslim Indonesia (HIPMI PT UMI)

Panglimanews.com- Kontestasi pemilihan Ketua Umum HIPMI Perguruan Tinggi Universitas Muslim Indonesia (HIPMI PT UMI) memanas.

Aroma dugaan “kongkalikong” mencuat setelah muncul skenario aklamasi di tengah proses pencalonan yang masih diikuti lebih dari satu kandidat.

Bacaan Lainnya

Wacana aklamasi itu kini menjadi sorotan tajam karena dinilai berpotensi menabrak mekanisme organisasi dan mencederai semangat demokrasi kader di tubuh HIPMI PT UMI.

Salah satu calon Ketua Umum HIPMI PT UMI, Ersan Satya Tang Jaya, secara terbuka melayangkan protes keras terhadap isu aklamasi yang mulai bergulir di internal organisasi.

Ia menilai, langkah tersebut sarat kejanggalan jika dipaksakan tanpa komunikasi dan persetujuan seluruh kandidat yang telah resmi mengikuti tahapan pencalonan.

“Kami sebagai calon ketua umum merasa keberatan jika proses aklamasi dilakukan tanpa sepengetahuan seluruh kandidat. Semua pihak yang telah mengikuti tahapan pencalonan tentu berharap adanya proses yang terbuka, sehat, dan menghargai mekanisme organisasi,” tegas Ersan, Senin (18/5/2026).

Menurut Ersan, seluruh kandidat telah melalui proses panjang dan tahapan yang tidak mudah untuk bisa bertarung dalam pemilihan Ketua Umum HIPMI PT UMI.

Karena itu, ia menilai dorongan aklamasi di tengah masih adanya rival calon justru memunculkan tanda tanya besar.

“Kalau sejak awal sudah ada lebih dari satu calon, lalu tiba-tiba muncul skenario aklamasi, publik tentu bertanya-tanya. Ada apa sebenarnya di balik dinamika ini?” ujarnya.

Ia menegaskan, proses demokrasi dalam organisasi seharusnya dijalankan secara fair dan terbuka, bukan malah melahirkan kesan adanya pengondisian atau upaya menyingkirkan kandidat tertentu secara halus.

“Proses yang telah dijalani para kandidat harus dihargai. Jangan sampai ada pihak yang merasa diabaikan atau disingkirkan dalam dinamika pemilihan ini,” katanya lagi.

Munculnya isu aklamasi di tengah tahapan pemilihan pun langsung memantik keresahan di kalangan kader HIPMI PT UMI.

Sejumlah kader mulai mempertanyakan transparansi panitia serta arah pelaksanaan musyawarah organisasi yang dinilai mulai kehilangan roh demokrasi.

Tak sedikit yang menilai, jika aklamasi dipaksakan di tengah adanya lebih dari satu calon, maka hal itu berpotensi memicu polemik baru dan memperkeruh situasi internal organisasi.

Meski menyampaikan kritik keras, Ersan mengaku tetap menghormati seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan musyawarah.

Namun ia mengingatkan agar panitia dan elite organisasi tidak mengambil langkah yang dapat merusak marwah HIPMI PT UMI di mata kader.

Ia pun mengajak seluruh pihak menjaga profesionalisme serta menjunjung tinggi keterbukaan agar proses pemilihan Ketua Umum HIPMI PT UMI tidak berubah menjadi panggung konflik dan kecurigaan internal.

Editor : Darwis

Pos terkait