Teror Menghantui Warga Bantaeng, Respons Kapolsek Tompobulu Dinilai Mati Rasa

Teror Menghantui Warga Bantaeng, Respons Kapolsek Tompobulu Dinilai Mati Rasa
Kantor Polsek Tompobulu, Kabupaten Bantaeng

Panglimanews.com– Laporan seorang warga bernama Nurlela (38) diduga terabaikan di Polsek Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.

Padahal, ia mengaku menjadi korban teror dari seorang pria bernama Kamaruddin di rumahnya pada Kamis malam, 20 November 2025, sekitar pukul 21.44 WITA.

Bacaan Lainnya

Menurut penuturan Nurlela, Kamaruddin tiba-tiba muncul di depan rumahnya sambil mengamuk, berteriak histeris, dan melempari rumahnya dengan batu.

Aksi itu berlanjut ketika pelaku merangsek masuk ke kolong rumah lalu menghantam pintu dan lampu dengan tebasan senjata tajam, membuat keluarga korban panik dan ketakutan.

Pelaku sempat pergi, namun kembali tidak lama kemudian sambil membawa motor milik ayah Nurlela yang diparkir di pinggir jalan.

Awalnya Nurlela mengira ayahnya yang mengendarai motor tersebut. Ia kaget ketika mendapati bahwa justru Kamaruddin yang membawanya. Saat diminta untuk pulang, pelaku kembali mengamuk dan menantang.

Situasi makin berbahaya ketika Kamaruddin mengeluarkan pisau, merusak motor, dan mengancam Nurlela dari jarak sekitar empat meter.

“Saya lari karena dia bawa pisau dan mengancam saya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kamaruddin juga disebut sempat memarahi ayah korban sebelum dilerai warga. Namun ketegangan kembali pecah dan memuncak menjadi aksi teror di rumah Nurlela.

Padahal, malam itu keluarga korban dan warga sekitar sedang berkumpul untuk persiapan acara pernikahan sepupu pelaku.

Suasana yang awalnya penuh kegembiraan berubah mencekam setelah Kamaruddin datang diduga dalam kondisi tidak stabil.

Nurlela menegaskan bahwa ia telah melapor ke Polsek Tompobulu, namun hingga kini laporannya belum mendapat tindak lanjut berarti. Ia berharap kasus ini segera diproses karena telah mengancam keselamatan dirinya dan keluarganya.

Dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kapolsek Tompobulu memastikan bahwa laporan tersebut tetap diproses.

“Ada laporan polisi. Kami sudah beberapa kali mendatangi TKP dan pelaku tetap dicari karena bersembunyi,” ujarnya. jumat (12/12/2025)

Ia mengakui bahwa Kamaruddin memang kerap meresahkan warga bahkan sebelum ia menjabat.

Pihaknya juga sudah mengimbau masyarakat membantu memberikan informasi tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri.

Kapolsek menambahkan bahwa nilai kerugian dalam kasus ini menurut Kanit Reskrim berkisar sekitar Rp1 juta, dan barang bukti motor masih diamankan di kantor polisi.

Ia juga menyampaikan bahwa keluarga telah diimbau agar pelaku menyerahkan diri.

“Pelaku melakukan aksi setelah mabuk atau terpengaruh miras,” tutupnya.

Editor : Darwis

Pos terkait