Panglimanews.com– Aroma busuk proyek rehabilitasi Stadion Andi Mappe di Kabupaten Pangkep makin menyengat. Jumat (1/8/2025)
Koalisi Lintas Lembaga akan kembali turun ke jalan dalam aksi bertajuk “Maraton Jilid II” mengepung Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) dengan satu tuntutan: usut tuntas dan tangkap para mafia anggaran!
Tak lagi sekadar protes, massa datang dengan amunisi baru—dokumen dan data tambahan yang disebut memuat rincian penyimpangan dalam proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.
Mulai dari indikasi markup, pelanggaran prosedur, hingga dugaan kongkalikong antara pelaksana proyek dan pejabat terkait.
“Jangan biarkan kasus ini ditidurkan! Kalau Kejati diam, berarti ikut bermain!” teriak salah satu orator dengan pengeras suara yang menggema ke seluruh Jalan Urip Sumoharjo.
Aksi ini membuat lalu lintas di pusat kota Makassar lumpuh sesaat. Puluhan aparat kepolisian diturunkan untuk mengurai kemacetan dan menjaga agar aksi tetap terkendali.
Dalam pertemuan singkat, Kasi Penkum Kejati Sulsel, Sotarmi, SH., MH, menerima langsung perwakilan massa.
Ia menyatakan komitmen kejaksaan untuk memproses laporan yang masuk.
“Kejati Sulsel akan menindaklanjuti laporan ini. Semua yang terlibat akan kami panggil dan periksa,” ujarnya singkat.
Namun massa tak puas hanya dengan janji.
“Kami sudah bawa buktinya! Kalau Kejati serius, hari ini juga panggil PPK dan kontraktornya. Jangan tunggu viral dulu baru sibuk!” seru koordinator aksi dengan nada tinggi.
Koalisi menegaskan aksi ini bukan yang terakhir. Mereka siap menggelar gelombang unjuk rasa lanjutan dengan massa lebih besar bila Kejati dianggap lamban atau tidak serius.
“Ini uang rakyat, bukan proyek bancakan elit. Kalau Kejati ragu-ragu, kami akan buat lebih gaduh sampai ada tersangka!” tutupnya
Editor : Darwis
Follow Berita Panglimanews.com di Tiktok






