Panglimanews.com- Arus lalu lintas di jalan poros Maros–Makassar, Sulawesi Selatan, kembali kacau pada Jumat (8/8) sore.
Kemacetan mengular hingga beberapa kilometer, membuat pengendara frustrasi.
Bukan sekadar akibat meningkatnya volume kendaraan, kemacetan kali ini dipicu oleh ulah parkir liar yang memakan badan jalan serta kehadiran ‘pak ogah’—orang yang mengatur lalu lintas tanpa kewenangan resmi—di sejumlah titik rawan.
Pantauan di lapangan, deretan mobil dan truk diparkir sembarangan di bahu jalan. Kondisi ini membuat ruas yang seharusnya dua lajur menyempit, memaksa arus kendaraan melambat.
Kesempatan ini dimanfaatkan sejumlah ‘pak ogah’ yang menawarkan jasa mengatur kendaraan dengan imbalan uang receh.
Alih-alih membantu, aksi mereka kerap membuat arus makin tersendat.
“Macetnya parah sekali. Dari tadi hampir setengah jam, maju cuma beberapa meter. Parkir liar bikin susah, belum lagi ada orang yang seenaknya mengatur kendaraan,” keluh Ahmad, pengendara motor yang terjebak di tengah kemacetan.
Antrean kendaraan terus menjalar hingga keluar kawasan, memicu protes warga dan pengguna jalan. Mereka mendesak pihak kepolisian serta Dinas Perhubungan segera bertindak.
“Kalau dibiarkan, orang bakal malas lewat sini. Harus ada penertiban tegas” tegas seorang sopir angkutan umum.
Editor : Darwis
Follow Berita Panglimanews.com di Tiktok






