Panglimanews.com- Polsek Kuta Utara berhasil menangkap otak pelaku pengeroyokan anggota TNI AD berinisial Serda CG, 43, Sabtu (24/2) dini hari lalu.
Otak pelaku pengeroyokan diamankan pada hari yang sama di kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Badung, tanpa perlawanan berarti.
Total tim opsnal Polsek Kuta Utara telah mengamankan lima orang pelaku, satu di antaranya adalah seorang perempuan.
Begini Kronologinya Sama seperti temannya, otak pelaku berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Pelaku utama sudah diamankan di Polsek (Kuta Utara), sementara ini masih dalam tahap pemeriksaan,” ujar Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Wasono.
Kapolres Badung enggan memberitahukan inisial dari para terduga pelaku dan motif pengeroyokan anggota TNI AD tersebut.
Perwira menengah Polri ini mengaku masih menanti hasil pemeriksaan dari penyidik Satreskrim Polres Badung.
“Untuk status lima orang yang diamankan masih menunggu hasil penyidikan,” kata AKBP Teguh Priyo Wasono.
Insiden pengeroyokan bermula ketika korban Serda CG mendatangi lokasi kafe lantaran ada informasi keributan, pada Sabtu (24/2) dini hari pukul 01.24 WITA.
Berat Sebagai seorang Babinsa yang bertugas di Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, tempat kafe berdiri, korban segera ke tempat kejadian perkara (TKP).
Di TKP, korban mendapati para pelaku sedang mabuk minuman keras (miras) dan cekcok dengan pelayan kafe.
Korban pun berusaha melerai agar tidak terjadi kegaduhan, tetapi para pelaku tak terima.
Salah satu pelaku kemudian memukul korban dan diikuti oleh lainnya. Para pelaku melayangkan pukulan keras, termasuk melempar kursi ke arah anggota TNI AD itu.
Insiden tersebut menyebabkan korban mengalami bengkak di bagian bibir dan tangan lantaran anggota TNI AD ini tidak melakukan perlawanan.
Seusai pelaku kabur, korban segera menghubungi Polsek Kuta Utara untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.
Tidak lama kemudian satu per satu pelaku diamankan ke Polsek Kuta Utara.
Editor: Dento






