Panglimanews.com– Kepemimpinan Mohammad Firdaus Dg Manye di Kabupaten Takalar kian menunjukkan arah kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, terutama di sektor pendidikan.
Dalam waktu kurang dari enam bulan sejak dilantik, langkah cepatnya mulai menampakkan hasil nyata di lapangan.
Tak hanya fokus pada penataan birokrasi, Dg Manye tampil sebagai pemimpin yang aktif turun ke tengah masyarakat. Ia mendengarkan langsung keluhan warga dan memastikan setiap persoalan mendapatkan solusi konkret.
Salah satu capaian yang mendapat apresiasi luas adalah penyelesaian sengketa lahan dua sekolah dasar, yakni SDN 59 Campagaya dan SDN 95 Campagaya, yang kini kembali beroperasi normal dan menjadi tempat belajar aman bagi ratusan siswa.
Kehadiran Dg Manye di lokasi konflik lahan tersebut menjadi bukti kepemimpinan yang responsif. Ia memilih jalur dialog, membuka ruang partisipasi, dan mengedepankan penyelesaian berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Langkah itu menegaskan komitmennya bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan Takalar.
“Pak Bupati hadir langsung, mendengarkan kami, dan menenangkan semua pihak. Kami merasa benar-benar diperhatikan,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang turut terlibat dalam proses mediasi sengketa (15/9/2025).
Selain di sektor pendidikan, Dg Manye juga dikenal aktif menyerap aspirasi warga di berbagai wilayah.
Melalui agenda bincang santai bersama tokoh masyarakat Desa Punaga, ia secara terbuka menerima masukan dan memastikan kebijakan daerah tetap berpijak pada kebutuhan rakyat.
Gaya kepemimpinannya yang tegas, terbuka, dan solutif mulai menumbuhkan kepercayaan publik.
Banyak pihak menilai, enam bulan pertama masa jabatan Dg Manye menjadi pondasi kuat bagi Takalar menuju arah pembangunan yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
Editor : Darwis






