Panglimanews.com– Operasi penertiban dump truk di jalur utama Kabupaten Gowa yang digelar Kapolres Gowa, AKBP Muh. Aldy Sulaiman, bersama Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menuai kritik keras.
Meski sempat dipublikasikan besar-besaran, aksi tersebut kini dinilai warga tak lebih dari sekadar seremonial.
Pasalnya, hingga kini kendaraan bertonase besar dengan muatan material dan bak terbuka masih bebas hilir mudik di jalan poros utama tanpa pengawasan berarti.
Warga pun geram. Mereka menilai kehadiran dump truk bukan hanya mempercepat kerusakan jalan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Kalau memang ada penertiban, kenapa truk-truk itu masih hilir mudik setiap hari?” keluh seorang warga di lokasi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW Pemantik Sulsel, Saidiman. Ia menilai lemahnya penegakan aturan mencerminkan inkonsistensi aparat di lapangan.
“Kalau pemerintah dan aparat benar-benar serius, tidak mungkin truk-truk itu masih bebas berkeliaran. Jangan sampai penertiban hanya jadi tontonan seremonial, sementara praktik di lapangan dibiarkan. Itu artinya ada pembiaran, bahkan potensi main mata,” tegas Saidiman. Rabu (27/8/2025)
Ia mendesak Kapolres dan Bupati Gowa agar tidak berhenti pada operasi simbolis, melainkan mengambil langkah nyata untuk melindungi masyarakat.
“Keselamatan masyarakat jauh lebih penting daripada kepentingan segelintir pengusaha tambang. Jika hal ini terus dibiarkan, aparat dan pemerintah harus siap bertanggung jawab atas rusaknya jalan hingga jatuhnya korban jiwa di kemudian hari,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gowa yang dikonfirmasi terkait persoalan ini memilih tidak memberikan jawaban.
(Bersambung)
Editor : Darwis






