Diduga Dilindungi Oknum, Pelangsir Solar Berani Lawan Babinsa di SPBU Mengkendek

Diduga Dilindungi Oknum, Pelangsir Solar Berani Lawan Babinsa di SPBU Mengkendek
Seorang pria yang diduga pelangsir solar bersubsidi terlibat adu argumen dengan anggota TNI saat ditegur di SPBU Minanga, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja. (Tangkapan layar video)

Panglimanews.com– Seorang pelangsir solar bersubsidi terlibat adu mulut dengan anggota TNI saat ditegur ketika hendak mengisi BBM menggunakan mobil bertangki modifikasi di SPBU Minanga, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sabtu (7/2/2026).

Insiden tersebut diduga dipicu praktik penyedotan BBM bersubsidi yang disebut-sebut kerap terjadi dan mengakibatkan antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan.

Bacaan Lainnya

Anggota Babinsa Kodim 1414/Tana Toraja berinisial A menjelaskan, awalnya ia hanya berniat mengurai kemacetan akibat antrean panjang di jalur poros Mengkendek.

Namun, saat berada di lokasi, ia mendapati sebuah kendaraan menggunakan tangki modifikasi yang dicurigai untuk pelangsiran solar subsidi.

“Saya tegur secara baik-baik karena kendaraan itu diduga menimbun BBM. Tapi yang bersangkutan tidak terima. Bahkan ada pernyataan tidak pantas dan terkesan melawan aparat. Saya juga mendapat informasi adanya dugaan oknum aparat yang membekingi, sehingga dia berani,” ujar A kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Menurut A, praktik penyedotan solar subsidi di SPBU tersebut bukan kejadian baru. Ia menyebut aktivitas itu hampir berlangsung setiap hari dengan pola bergiliran.

“Ada dugaan mereka diatur. Mobil-mobil itu bergantian mengisi sampai stok habis sebelum masyarakat umum kebagian. Bahkan muncul dugaan pengelola bekerja sama dengan para penyedot,” tuturnya.

Saat ditegur, sopir kendaraan tersebut justru menantang dan berdalih memiliki hak yang sama untuk mengisi BBM bersubsidi.

Perdebatan keduanya sempat terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman itu, terlihat Babinsa mempertanyakan penggunaan tangki rakitan yang dinilai rawan disalahgunakan.

Sementara itu, pengawas SPBU Minanga, Gusti, membenarkan adanya aktivitas pelangsiran solar subsidi di lokasi tersebut.

Ia mengakui penggunaan tangki modifikasi maupun jeriken kerap ditemukan hampir setiap hari.

“Iya, memang ada. Tapi saya tidak tahu persis kronologinya karena saat kejadian saya tidak bertugas. Sepertinya pengawas datang terlambat sehingga tidak ada yang mengontrol karyawan,” ujar Gusti.

Ia menambahkan, praktik tersebut kerap tersamarkan karena pelangsir menggunakan kendaraan yang berganti-ganti.

Meski aturan hanya mengizinkan pengisian satu kali, pergantian kendaraan membuatnya tampak seolah berbeda.

Terkait penerapan sistem barcode BBM subsidi, Gusti juga mengakui adanya dugaan penyiasatan dengan mengganti pelat nomor kendaraan.

“Sepertinya pelatnya diganti-ganti. Setelah mengisi, keluar lalu masuk lagi dengan barcode berbeda. Barcodenya disalahgunakan,” katanya.

Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Toraja, sekaligus menguatkan dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu yang membuat praktik pelangsiran terus berlangsung tanpa penindakan tegas.

Editor : Darwis

Pos terkait